Selasa, 08 Maret 2016

kenangan 08032016

sejenak memikirkan setiap kenangan yang hadir selama beberapa tahun ini sungguh indah dan tak dapat disangka, mulai dari hari itu 29-31 Agustus 2014 hari dipertemukannya aku denganmu oleh Allah pada tempat terindah yang aku ketahui di bumi saat itu, ya di ranukumbolo yang sebelumnya aku ragu mau ikut atau tidak, dengan dorongan dari sahsabat terbaik annisa, mas dodik yang membantu menyemangati, puspa yang rea-reo dengan adiknya tirta.maka berangkatlah aku ke ranukumbolo untuk pertama kalinya dan semoga diberi kesempatan kedua-ketiga sampai berkali kali -amin-.
pemberangkatan itu dimulai dari rumah puspa yang ternyata cara packingku salah (dan dibetulkan puspa) dan aku diantar oleh kakak ipar puspa ke pom bensin Aloha tempat janjian dengan teman-teman baru yang baru (dari kelompoknya mas dodik, dan mas dod teman kerjanya sahabatku Annisa), ah saat itu pertama kali bertemu denganmu yang sebenarnya pun hanya sebatas teman seperjalanan saja ke ranukumbolo. kira-kira pukul 10 malam kita (sekitar 40 orang, 20 sepeda motor) berangkat menuju ranu dengan aku berbonceng denganmu berkenalan dengan nama "erlangga". perjalanan malam itu sungguh menyiksaku yang memang tak pernah naik gunung dan perjalanan malam jauh, hampir 3 kali aku jatuh dari sepeda motor bahkan sampai diangkat juga(malu sebenarnya),
pukul 3 pagi kita sampai dilumajang, seharusnya sih menginap di rumah temen di situ, namun masih kesasar kita dengan2 sepeda lain, dan akhirnya ketemu rumahnya, beristirahatlah ita di salah satu rumah teman sampai shubuh lalu sarapan dan dilanjut perjalanan sepeda motor sampai pasar ranu pani, nitip sepeda motor lalu naik truck sampai di sana pun aku masih sangat merepotkan tim baru ini, aku tak tahan dengan cuaca dingin itu dan perjalanan jauhnya.
perjalanan dari ranupani dimulai sekitar pukul 10 pagi perkiraan jam 2 sudah sampai namun hingga ranu kumbolo yang melewati 3 bukit dengan memutar, aku banyak menyusahkan timku dengan berhenti tiap 5 menit, untung si annisa dan mas dod setia menemani setiap langkah payahku, syukur alhamdulillah pukul 18.00 (magrib) kita sampai, duh terbayar sudah lelah yang kita terima.
tanpa pikir panjang lagi kita lalu ikut nimbrung yang mendirikan tenda, kan posisi kita kedinginan, sebenarnya jika daya tahan tubuh baik, bintang di sana sangat indah, namun apa daya lelah menyuruh segera masuk sleeping bag dan tenda.
pagi menyambut dengan serpihan es akibat malam panjang yang dingin, pemandangan saat itu sungguh inda, teman-teman banyak yang memasak dan ada juga yang pergi ke bukit cinta, namun tidak denganku, aku memilih membantu memasak mas erlangga.saat membantunya inilah aku menemukan rasa yang berbeda, akupun bertekad untuk mengenalnya lebih jauh.
waktu kembali ke kenyataan telah tiba, akupun bersiap merapikan keperluanku, dan tanpa disangka mas erlangga berbaik hati membawakan sebagian barangku, dengan senang hati akupun mau, barang yang kutitipkan adalah baju dan isinya.
perjalan pulang kulalui dengan mengantuk, tidur di truk dan di sepeda motor mas erlangga pun ku lalui sambil dia menceritakan segala sesuatu agar ku tak mengantuk.
senin pagi tanggal 1 agustus aku balik ke kehidupan nyata di pekerjaan, dan bajuku tertinggal di tempat mas erlangga, sehingga ada alasan untuk meminta nomor telepon, dan akun sosialnya. duh senang rasanya ternyata diapun juga mencari aku
saat tahun 2014 aku masih kuliah semester akhir menunggu wisuda, saat yudisium pun kuhabiskan untuk pendekatan dengannya, dan di cofee tofee depan UPN tanggal 19 Oktober 2014 aku dan dia resmi berpacaran dengan niat memang serius,
lama kujalani hari-hari dengannya, suka duka depan belakang luar dan dalamnya sudah kuetahui semua, lamaran untukku sudah disiapkannya, bulan oktober 2015 mas erlangga datang silaturrahmi datang  ke rumahku bersama kedua orang tuanya, tanggal 30 januari 2016 aku dan keluargaku pun silaturrahmi ke rumahnya.
perjalanan ini sungguh ingin kubagi perhari namun apalah daya ingatan dan kemalasan melampaui hasrat tangan dan pikiran, mulai detik ini jikat tiap hari bisa kubagi cerita ini makan akan kubagi,





Tidak ada komentar:

Posting Komentar